Tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi hangat dan nyaman saat kaki menyentuh lantai kayu di pagi hari. Inilah alasan utama kenapa parket lantai semakin populer di hunian modern Indonesia. Selain memberikan estetika mewah dan alami yang instan, parket juga mampu menjaga suhu ruangan tetap stabil hangat saat dingin, dan sejuk saat panas. Banyak orang berpikir memasangnya harus panggil tukang mahal. Padahal, dengan sedikit ketelatenan, memahami Cara Pasang Parket Lantai sendiri bisa menjadi proyek akhir pekan yang menyenangkan dan menghemat anggaran renovasi kamu secara signifikan.
Jenis Parket Lantai yang Cocok untuk Dipasang Sendiri
Sebelum mulai, kamu harus tahu jenis apa yang ramah untuk pemula. Tidak semua parket mudah dipasang sendiri, lho.
- Laminated Flooring (Parket Laminasi). Ini juara DIY. Menggunakan sistem click-lock (kancingan) tanpa perlu lem. Cukup “klik” dan kunci. Bahannya dari serbuk kayu yang dipadatkan (HDF) dengan lapisan motif kayu di atasnya. Sangat direkomendasikan untuk pemula yang baru belajar Cara Pasang Parket Lantai.
- Engineered Wood. Terbuat dari lapisan kayu asli di permukaan dengan dasar plywood berkualitas. Stabilitasnya tinggi dan beberapa tipe juga sudah menggunakan sistem click, meski ada juga yang tongue and groove (lidah alur) biasa.
- Solid Wood (Kayu Solid). Ini level advance. Terbuat dari kayu utuh (Jati/Merbau). Pemasangannya butuh lem khusus, paku tembak, dan pengamplasan di tempat. Kurang disarankan untuk DIY pemula karena risiko kesalahan tinggi.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Pasang Parket Lantai
Persiapan alat adalah separuh dari kemenangan. Jangan sampai proyek terhenti di tengah jalan karena kurang alat. Berikut starter pack wajib untuk mempraktikkan Cara Pasang Parket Lantai di rumah:
- Gergaji. Besi gergaji tangan halus (backsaw) atau Jigsaw listrik untuk memotong sudut.
- Palu Karet. Untuk mengetuk parket agar rapat tanpa merusak permukaan.
- Tapping Block & Pull Bar. Alat bantu ketuk agar kuncian parket masuk sempurna.
- Spacer (Pengganjal). Potongan kayu kecil/plastik untuk menjaga jarak parket dengan dinding (celah muai).
- Meteran & Siku. Wajib untuk presisi.
- Underlayer (Polyfoam): Busa putih lembaran untuk alas peredam suara dan kelembaban.
Langkah-Langkah Cara Pasang Parket Lantai yang Benar
Sudah siap alat dan bahannya? Mari kita masuk ke tahap eksekusi. Ikuti langkah demi langkah Cara Pasang Parket Lantai ini agar hasilnya sekelas profesional:
1. Persiapan Lantai Dasar (Subfloor)

Jangan pernah memasang parket di atas lantai yang kotor atau bergelombang. Pastikan lantai dasar (bisa acian semen atau keramik lama) sudah bersih, kering, dan rata. Jika lantai acian masih basah/lembab, tunda dulu. Kelembaban adalah musuh utama yang bisa bikin parket melengkung. Ratakan area yang berlubang dengan semen instan.
2. Pasang Underlayer (Foam)

Hamparkan polyfoam atau underlayer di seluruh permukaan lantai. Foam ini berfungsi meredam bunyi “tak-tok” saat diinjak dan menahan uap air dari bawah. Rekatkan sambungan foam dengan lakban agar tidak bergeser. Ingat, foam tidak perlu dilem ke lantai dasar, cukup dihamparkan (floating).
3. Tentukan Arah dan Pasang Baris Pertama

Estetika Cara Pasang Parket Lantai sangat ditentukan oleh arah pemasangan. Biasanya, parket dipasang sejajar dengan arah datangnya cahaya (jendela) atau sejajar dengan sisi dinding terpanjang. Letakkan kepingan pertama di sudut kiri ruangan. Penting: Pasang spacer (ganjal) setebal 8-10mm antara dinding dan parket. Celah ini wajib ada agar kayu punya ruang untuk memuai saat cuaca panas. Tanpa celah ini, lantai kamu bisa “meledak” naik ke atas.
4. Teknik Penyambungan (Click System)

Ambil keping kedua, masukkan lidahnya ke alur keping pertama dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat, lalu tekan ke bawah sampai bunyi “klik”. Gunakan palu karet dan tapping block untuk mengetuk sisi parket agar rapat sempurna. Jangan memukul langsung ke lidah parket karena bisa patah. Lakukan terus sampai baris pertama selesai.
5. Potong Ujung Baris

Kemungkinan besar keping terakhir di baris pertama kepanjangan. Ukur sisa jarak ke dinding (kurangi ketebalan spacer), lalu potong parket menggunakan gergaji. Tips Pro: Sisa potongan dari baris pertama ini bisa kamu gunakan sebagai keping awal untuk baris kedua. Teknik ini otomatis menciptakan pola susunan bata (staggering) yang kuat dan estetik.
6. Pemasangan Baris Selanjutnya

Lanjutkan memasang baris kedua, ketiga, dan seterusnya. Pastikan jarak antar sambungan (nat) minimal 20-30 cm agar kunci nya kuat. Jika sambungan terlalu dekat, lantai jadi ringkih. Dalam prosedur Cara Pasang Parket Lantai, kesabaran mengetuk setiap keping agar rapat adalah kuncinya. Jika ada yang renggang sedikit saja, baris berikutnya akan miring.
Baca juga : Papan Kayu Meranti – Kuat, Estetik untuk Kebutuhan Bangunanmu!
7. Finishing dengan Plint (Skirting)

Setelah semua lantai tertutup parket, cabut semua spacer di pinggir tembok. Sekarang kamu akan melihat celah kosong di sekeliling ruangan. Tutup celah tersebut dengan memasang Plint (skirting) atau profil siku. Tempel plint ke dinding (bukan ke lantai) menggunakan paku beton atau lem konstruksi. Voila! Lantai kamu kini rapi tertutup manis.
Kesalahan Umum Saat Pasang Parket Lantai dan Cara Menghindarinya
Meski terlihat mudah, banyak pemula terjebak pada kesalahan fatal berikut saat mempraktikkan Cara Pasang Parket Lantai:
- Lupa Aklimatisasi. Langsung pasang kayu yang baru datang dari toko. Kayu akan kaget dengan suhu ruangan dan menyusut/memuai ekstrem. Solusi: Diamkan parket di dalam ruangan minimal 2×24 jam sebelum dipasang.
- Melupakan Expansion Gap. Memasang parket mentok ke tembok tanpa spacer. Saat hujan atau lembab, kayu memuai dan saling mendesak hingga lantai menggelembung. Solusi, Wajib beri jarak 1 cm dari tembok.
- Pola Susunan Segaris. Sambungan antar baris lurus sejajar (seperti keramik). Ini membuat kuncian lemah dan visualnya kaku. Solusi: Pastikan pola susunannya acak atau minimal selang-seling seperti susunan batu bata.
Tips Agar Parket Lantai Tetap Rapi dan Tahan Lama
Setelah sukses menerapkan Cara Pasang Parket Lantai, perawatan adalah kunci umur panjangnya:
- Jangan Pel Basah. Kayu benci air. Gunakan kain pel microfiber yang hanya sedikit lembab (damp), hampir kering.
- Gunakan Furniture Pads. Tempelkan bantalan karet/kain di kaki meja dan kursi agar tidak menggores permukaan parket saat digeser.
- Jaga Kelembaban. Pastikan sirkulasi udara di ruangan baik agar parket tidak berjamur.
Parket Lantai Rapi Dimulai dari Material yang Tepat Bersama Berkah Alam Nurindo
Tahukah kamu? 50% keberhasilan Cara Pasang Parket Lantai ditentukan oleh presisi materialnya. Parket yang buruk seringkali lidah-alurnya tidak pas atau melengkung, membuat pemasangan jadi mimpi buruk.
Berkah Alam Nurindo menyediakan berbagai jenis parket (Jati, Merbau, hingga Laminated) dengan tingkat presisi pabrikasi tinggi dan kekeringan (KD) yang terjamin. Dengan material yang lurus dan presisi, proses pemasangan jadi jauh lebih mudah dan hasilnya pasti rapi. Hubungi Berkah Alam Nurindo Sekarang!


